Kebergantungan pada AI dalam diskusi kelompok
Oleh: Zanira Nur Aviva Wartawan LPM Qalamun Di era digital saat ini, kehadiran kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah memfasilitasi banyak hal, termasuk diskusi kelompok; AI dapat memberikan informasi dengan cepat, memformulasikan ide, dan bahkan menguraikan argumen. Namun, sebuah fenomena baru muncul: beberapa orang terlalu mengandalkan AI sehingga esensi dari pemikiran kritis dan interaksi manusia hilang dari diskusi kelompok. Terlalu banyak mengandalkan AI...
Senin Pagi di Sudut Kampus
Oleh: Moh Yusuf Wartawan LPM Qalamun Pagi itu, matahari belum tinggi ketika aldy melangkah masuk ke gerbang kampus. Udara masih segar, sisa embun menempel di dedaunan yang berjajar di sisi jalan. Mahasiswa lain juga mulai berdatangan, dengan langkah tergesa atau santai, tergantung jadwal kuliah masing-masing. Aldy menyandarkan tubuhnya sejenak di bangku taman depan gedung fakultas. Ia membuka buku catatannya, mencoba membaca ulang...
Pantang Menyerah dan Berinovasi Adalah Kunci Kesuksesan
Oleh: Moh. Salman Fais Wartawan LPM Qalamun Seorang pemuda bernama Rafiq memulai usaha kecil-kecilan menjual kue bolu di kotanya. Awalnya dia hanya mengandalkan resep warisan yang berasal dari ibunya, ia membuat kue dengan penuh cinta di dapur rumahnya. Namun hasil penjualannya hanya cukup untuk mengembalikan biaya bahan baku. Setiap harinya rafiq hanya menjajahkan kue yang dibuatnya itu disekitaran daerah tempat ia...
Niat Baik jadi Bumerang Evaluasi Program Makan Gratis Sekolah
Oleh: Hultami Hujannah Wartawan LPM Qalamun Program makan gratis yang digagas pemerintah sejatinya adalah langkah mulia. Ia lahir dari niat baik memastikan anak-anak sekolah mendapatkan gizi yang cukup agar tumbuh sehat dan mampu belajar dengan maksimal. Namun, kasus keracunan massal yang menimpa ribuan siswa justru menjadi tamparan keras bahwa niat baik saja tidak cukup tanpa eksekusi yang matang. Kelemahan utama terlihat...
Rindu yang Menyusup di Senja
Oleh: Hultami Hujannah Wartawan LPM Qalamun Senja merayap perlahan di ufuk barat, menebarkan warna oranye yang lembut. Di beranda rumah tua, Aira duduk dengan cangkir teh hangat yang sudah lama mendingin. Jemarinya bergetar setiap kali angin sore berhembus, membawa aroma tanah basah yang menusuk kalbu, mengingatkannya pada satu nama Raka. Dulu, senja adalah lukisan terindah yang mereka berdua ciptakan....
Tidak Ada Tempat Aman bagi Perempuan
Oleh: Srivahyualda Ladjamu Wartawan LPM Qalamun Tidak ada tempat yang benar-benar aman bagi perempuan. Kalimat ini bukan sekadar omong kosong, melainkan gambaran nyata yang kita saksikan sehari-hari. Di kampus dan sekolah yang seharusnya menjadi tempat belajar, justru sering menjadi tempat terjadinya kejahatan seksual. Bahkan di rumah, tempat yang seharusnya memberikan rasa aman, bagi sebagian orang justru terasa menakutkan. Di jalanan, kita...
Indonesia
Oleh: Zulki Zakaria Wartawan Magang Negara yang katanya demokrasi, Namun maknanya telah mati. Berkali-kali selalu dimonopoli Oleh mereka yang haus kuasa, tergesa-gesa. Mereka menulis, mereka membaca, Namun saat bicara— Seperti tak punya kepala. Banyak yang bertanya, Banyak yang menjadi saksi. Namun mengapa tersangka Selalu dimengerti? Mereka yang berkuasa, Mereka yang memerintah. Rakyat tak bersuara, Hanya ada di bawah tanah sejarah. Di mana letak demokrasi? Indonesia… Terlalu banyak tikus berdasi. Benar adanya Demokrasi telah pergi. Yang tersisa hanya janji Dan mimpi...
Bayang Cahaya: Setitik Harapan
Oleh: Zulki Zakaria Wartawan Magang Dalam pekatnya gelap malam, Langit menghilangkan cahaya senja. Perlahan menenggelamkan eloknya sang cakrawala. Menghadirkan hitam pekat tak menyisakan warna. Senyap tanpa suara yang menyapa. Namun dibalik itu, Lentera hadir sebagai bayang cahaya, Muncul perlahan menampakkan sinarnya. Merenggut gelap yang menyelimuti arah. Menghapus hitam yang datang dalam diam. Secercah bayang cahaya itu mulai membuka jalan, Menggerakkan langkah untuk meninggalkan jejak, Menyapa sunyi dalam gema...
Jejak Perjuangan dan Harapan
Oleh: Zulki Zakaria Wartawan Magang Ditengah hiruk pikuk air mata Si kecil cahaya sinar harapan Menepi jalan penuh tantangan Dengan tekad, kita kan melangkah Seribu impian merajut rasa Menuju arah yang tak terduga Kekurangan bukanlah halangan Perjuangan adalah jembatan kita Kekecilan tak memadam semangat Bagaikan embun difajar biru Setiap langkah kita membara Menyulut bara mimpi yang padu Mula mula ada dua janji Kita memilih, takkan mundur Serpihan hati, bisikan bintang Menuju tujuan harapkan terang
Langkah Tak Terhenti
Oleh : Zulki Zakaria Wartawan Magang Di sebuah desa kecil, hiduplah seorang pemuda bernama Dika. Dika memiliki impian sederhana, yaitu untuk menjadi seorang petani sukses. Setiap hari, dia bekerja keras di ladangnya, mengolah tanah dan merawat tanaman dengan penuh kasih. Namun, takdir seolah mencobanya. Musim kemarau yang berkepanjangan membuat hasil pertaniannya menurun drastis. Dika tidak putus asa. Dia menghabiskan...













