Ketika Keadilan Bukan Sekadar Janji: Menagih Hati Nurani Negara
Oleh: Ahmad Juno Diansyah Wartawan Magang Dalam setiap pidato pejabat, dalam setiap lembar visi-misi, kata keadilan selalu hadir seperti mantera suci. Namun di balik megahnya retorika itu, rakyat kerap menemukan ketimpangan yang tak kunjung surut. Keadilan seolah menjelma menjadi slogan yang diulang-ulang, tetapi tak pernah benar-benar diperjuangkan. Ketika hukum berpihak pada yang berkuasa, ketika suara orang kecil tenggelam dalam hiruk-pikuk politik,...
Jejak di Balik Halaman
Oleh : Miftahul Jannah Wartawan Magang Di balik setiap halaman, aku menemukan langkah baru. Ada kisah yang menguatkan, ada luka yang mengajarkan, ada harapan yang tumbuh tanpa suara. Membaca membuatku mengerti dunia— bahkan diriku sendiri. Sebab setiap buku yang kututup, selalu meninggalkan jejak yang tak pernah hilang. Dan kadang, di antara paragraf dan dialog, aku menemukan bagian diriku yang dulu tak pernah berani kulihat. Ada tokoh yang membuatku merasa ditemani, ada kalimat yang membuatku...
Penulis
Oleh : Miftahul Jannah Wartawan Magang Di meja yang sunyi, ia berbicara dengan dirinya sendiri. Kata-katanya menetes dari hati, menjadi jembatan antara sepi dan makna. Ia menulis bukan untuk dikenang, tetapi untuk memahami dunia yang tak selalu ramah. Setiap kalimat adalah doa, setiap titik menyimpan harapan kecil. Dan dalam setiap bait yang lahir, ia menyembuhkan luka yang tak pernah ia ceritakan. Ia merapikan kegelisahan, menyatukan potongan perasaan yang berserakan dalam hari-harinya. Menulis...
Pendidikan Tanpa Rasa Aman Adalah Kegagalan Moral
Oleh : Miftahul Jannah Wartawan Magang Pendidikan, baik di sekolah maupun perguruan tinggi, seharusnya menjadi ruang aman bagi peserta didik untuk tumbuh, berpikir kritis, dan mengembangkan potensi diri. Namun, realitas yang terjadi di berbagai institusi pendidikan justru menunjukkan sebaliknya. Kasus pelecehan seksual masih terus terjadi—baik secara fisik, verbal, maupun melalui media digital. Ironisnya, sebagian besar kasus itu berakhir tanpa...
Pergi Tanpa Kembali
Oleh : Miftahul Jannah Wartawan Magang Saat itu Miftah baru pulang sekolah. Tasnya masih menggantung di bahu ketika ia berlari memasuki halaman rumah. “Yeey pulang! Tidak sabar mau ketemu Papa,” ujarnya riang. Beberapa bulan terakhir, Miftah tinggal di kampung halamannya. Papanya harus menjalani pengobatan di sana, dan Miftah memilih melanjutkan sekolah di kampung agar bisa menemani ayahnya selama masa sakit. “Assalamualaikum…” Miftah melangkah...
Sebelum Aku Berbicara
Oleh : Miftahul Jannah Wartawan Magang Kadang aku memilih diam, bukan karena tak punya kata, melainkan pikiranku sibuk mencari arti yang paling benar. Tak semua yang terpikir harus menjadi suara, sebab tak semua dapat diterima dunia. Ada kata yang lebih baik tinggal di kepala, ada pula yang keluar lalu menimbulkan sesal. Berbicara bukan sekadar menggerakkan bibir, tetapi menimbang hati dan logika agar yang lahir adalah ketenangan, bukan sekadar bunyi.
Langit Kelabu di Hari Kepergianmu
Oleh: Diana Kustini Wartawan Magang Tanggal 17 Desember 2022 menjadi hari paling kelam dalam kehidupan Luna. Pada hari itu, ia kehilangan sosok ayah yang selama ini menjadi figur utama dan penopang keluarganya. Sejak saat itu, ia merasa pondasi keluarganya runtuh. Ayah adalah tulang punggung keluarga, pelindung, sekaligus sumber kasih sayang yang tak tergantikan. Ia merupakan pribadi yang tegas, pekerja keras,...
Menjadi Dewasa di Tanah Orang
Oleh: Diana Kustini Wartawan Magang Di kota ini aku belajar bertahan sendiri, Menggenggam rindu seperti rahasia paling dalam, Langkahku ramai, tapi hatiku sunyi, Seolah rumah hanya tinggal nama dalam ingatan kelam. Aku rindu pagi dengan suara ibu di dapur, Rindu ocehan ibu yang sederhana namun menenangkan, Di perantauan, waktu berjalan begitu jujur, Mengajarkanku dewasa tanpa sempat bermanja. Malam sering datang membawa sesak, Saat lelah tak tahu harus bersandar ke...
Cinta Kakak, Warisan Paling Hangat
Oleh: Diana Kustini Wartawan Magang Kakak-kakakku tersayang, Kini jarak membentang di antara kita, Namun angin di kota perantauan Selalu membawa pulang kenangan tentang tawa dan rumah kita. Aku masih ingat langkah-langkah sore itu, Jalan kecil, jajanan sederhana, cerita tanpa tujuan, Kau turuti semua permintaanku tanpa lelah, Kau manja adikmu dengan cinta yang begitu tulus. Kini aku belajar berdiri di kakiku sendiri, Menguat tanpa genggaman tangan kalian, Namun nasihat kalian selalu...
Aku Takut Gagal, Tapi Ibu Selalu Percaya
Oleh: Diana Kustini Wartawan Magang Aku sering menatap langit tanpa jawaban, Membawa mimpi yang gemetar di dada, Setiap langkah dipenuhi tanda tanya, Bisakah aku? Mampukah aku bertahan? Dunia terasa luas, sementara aku kecil, Takut jatuh sebelum benar-benar terbang, Masa depan seperti jalan berkabut, Aku berjalan dengan lutut yang gemetar. Di tengah takut yang tak henti memburu, Ada doa ibu yang diam-diam memelukku, Dalam sujudnya namaku selalu disebut, Agar aku kuat...













