Dari Keluarga, Aku Mengenal Arti Cinta dan Menjadi Manusia

0

Oleh : Alfia Pengurus Redaksional Di titik pertama perjalanan, sebelum dunia kutahu luasnya, ada tangan yang menuntun arah, ada suara lembut yang menanam keyakinan, bahwa hidup bukan sekadar berjalan, tapi pulang. Keluarga, nadi pertama yang menyalakan waktu, tempat bertumbuhnya cinta dari tatapan penuh makna, setiap nasihat menjadi awal untuk perjalanan di hari esok, dan setiap pelukan menjadi perlindungan dari kerasnya dunia. Baris kehidupan terlukis dari mereka, dari sabar seorang...

Langkah Kecil Menuju Masa Depan

0

Oleh : Alfia Pengurus Redaksional Pagi itu jam dinding di ruang kelas menunjukkan pukul 07.58. Dimana perkuliahan akan dimulai dalam dua menit lagi. Dini berlari kecil menaiki tangga demi tangga menuju lantai tiga Fakultas Hukum. Nafasnya terengah-engah, buku catatan yang ia pegang pun hampir terjatuh dari tangannya. Seperti biasa, ia datang tepat waktu tidak terlalu cepat, namun juga belum bisa...

Ramai Tapi Sepi

0

Oleh : Reski Amalia Ramadhani Pengurus Redaksional Di antara riuh tawa dan dering notifikasi grup, Rani duduk di pojokan kantin kampus, menatap layar ponselnya yang terus menyala. Chat datang silih berganti — undangan nongkrong, permintaan tugas, hingga sekadar tag lucu di media sosial. Ia punya banyak teman, terlalu banyak malah. Tapi saat hatinya penuh sesak oleh sesuatu yang tak...

Nasi Goreng Malam Itu

0

Oleh : Reski Amalia Ramadhani Pengurus Redaksional Namaku Sinta. Sejak kecil, aku selalu diajarkan untuk hidup hemat. “Jangan boros, Sin,” kata Ibu. “Uang itu susah dicari, jangan dihambur-hamburkan.” Aku menuruti nasihat itu dengan sepenuh hati — mungkin terlalu sepenuh hati. Sejak kuliah sampai kerja, aku dikenal sebagai orang yang paling hemat di antara teman-temanku. Kalau makan, aku selalu pilih menu termurah. Kalau belanja, aku...

Cinta yang Katanya Ada

0

Oleh : Reski Amalia Ramadhani Pengurus Redaksional Namaku Eki. Dan aku sedang menjalankan misi paling melelahkan dalam hidupku: mencari cinta sejati — cinta yang katanya bikin bahagia, bikin hidup berwarna, dan bikin senyum-senyum sendiri kayak orang kesetrum setengah watt. Masalahnya, aku belum pernah nemuin itu. Yang kutemui justru orang-orang yang terlihat terlalu bahagia sampai mengganggu ketenanganku. Tania, temanku, yang dulu cuek dan logis,...

Laut yang Tak Menenangkan

0

Oleh : Reski Amalia Ramadhani Pengurus Redaksional Aku selalu membenci lautan. Bukan karena ia pernah merenggut siapa pun dariku, tapi karena ia tak pernah memberiku ketenangan yang dijanjikan orang-orang. Mereka bilang laut adalah tempat paling damai di dunia. Katanya, duduk di tepi pantai sambil menatap ombak bisa membuat hati tenang. Katanya, suara debur ombak bisa menenangkan pikiran yang kusut. Tapi bagiku, laut justru...

Jangan Biarkan FOMO Merampas Jati Diri Mahasiswa

0

Oleh : Tiara Sakinah Pengurus Redaksional Media sosial adalah sebuah platform digital yang memungkinkan penggunanya untuk berinteraksi, berkomunikasi, berbagi informasi, dan berkolaborasi secara online. Media sosial, dengan segala daya tariknya, menampilkan cuplikan kehidupan orang lain yang tampak lebih menarik, lebih sukses, dan lebih bahagia. Akibatnya, banyak kalangan termasuk mahasiswa seringkali merasa tertekan untuk terus mengikuti tren, menghadiri setiap acara, dan...

Tawa yang Dirampas Masa Depan

0

Oleh : Tiara Sakinah Pengurus Redaksional Senyum Kia merekah di bawah temaram lampu kafe. Di hadapannya, duduk seorang pria yang selalu berhasil membuatnya tertawa, Mutsir. Bersama Mutsir, Kia merasa hidup, bebas, dan bahagia. Setiap kencan mereka adalah petualangan kecil yang penuh kejutan. Mereka menjelajahi sudut-sudut kota yang belum pernah Kia lihat, mencicipi makanan-makanan aneh, dan berbagi cerita-cerita konyol. Namun, di...

Organisasi Tak Lagi Menjawab Kebutuhan Mahasiswa

0

Oleh : Moh. Aditya Erlangga Pengurus Redaksional Dahulu, organisasi adalah "tiket emas" bagi para mahasiswa, menjadi tempat penyaluran minat dan pengembangan keterampilan non-akademik. Ironisnya, kini daya pikat organisasi kampus telah menurun drastis. Hal ini tidak hanya disebabkan oleh sikap apatis mahasiswa, melainkan karena organisasi-organisasi kampus gagal beradaptasi dengan kebutuhan mahasiswa, mengancam peran dan eksistensi mereka sebagai wadah pengembangan diri yang...

Rumah Kecil yang Penuh Kehangatan

0

Oleh : Magfirah Pengurus Redaksional Di sebuah desa, di rumah sederhana juga tak mewah itu, cat rumah yang sudah mulai memudar. Di depan rumahnya tumbuh sebuah pohon yang sangar besar sebagai tempat untuk berteduh dan bercerita. Di pagi hari yang sangat indah, di rumah kecil yang penuh kehangatan dimana hiduplah keluarga yang sangat harmonis. Rumah yang tampak sederhana dimana orang yang...