Oleh: Rennu Alifah Rahma
Wartawan LPM Qalamun
Kau adalah pengamat,
yang menyaksikan takdirku berjalan,
di setiap kalimat yang kau telusuri.
Walau sorot matamu tak lagi bisa kulihat,
aku hanya mengikuti jalan yang telah ditentukan.
Tapi meski kau tahu segalanya,
kau tetap di sini, di sampingku,
dalam keheningan,
merasakan apa yang tak tampak.
Kau tahu akhir cerita ini,
tapi tak pernah mundur.
Setiap perjuangan, setiap luka,
kau temani dengan diam,
karena di balik semua pengetahuanmu,
tersimpan cinta yang tak terucap.
Dan meski dunia ini ada di tanganmu,
aku tak akan pernah benar-benar sendiri.
Kau adalah pembaca favoritku,
yang selalu mengerti,
bahkan sebelum aku menyadarinya.
Aku merindukan 51% darimu,
namun yang kulihat hanyalah 49% yang menatapku asing.
Menunggumu kembali adalah harapanku.
Segala yang sempurna pasti memiliki akhir,
tapi cerita ini hanya untuk satu pembaca itu.
Dan cerita ini tidak akan berakhir,
kecuali kau menyerah pada cerita.








Dalam banget 🤧🥺