PALU, LPMQALAMUN.com – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) melakukan pemotongan anggaran Alat Tulis Kantor (ATK) bagi seluruh Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) di lingkungan fakultas.
Kebijakan ini menuai berbagai tanggapan dari kalangan mahasiswa, khususnya para pengurus ORMAWA. Kepala Bagian Tata Usaha (KABAG TU) FTIK, Abdul Wahab, S.Ag., M.Pd.I., menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan dampak dari pemotongan anggaran oleh pemerintah pusat.
“Semua instansi, termasuk UIN dan fakultas-fakultas di dalamnya, mengalami pemotongan anggaran dari pemerintah pusat. Namun, untuk dana operasional kegiatan mahasiswa, tidak ada pemotongan. Panduan anggaran bagi SEMA dan DEMA tetap sebesar 12 juta per tahun, dan ORMAWA lainnya masing-masing 11 juta,” ujarnya saat diwawancarai Kru LPM Qalamun, Sabtu (19/04/2025).
Ia menambahkan bahwa belum ada kepastian kapan penyaluran ATK akan kembali normal, karena hal tersebut bergantung pada kebijakan pemerintah pusat.
“Kalau semuanya kembali seperti semula, kami juga akan kembalikan seperti semula. Tapi kalau masih ada pemotongan, maka sistem ini tetap diberlakukan. Dulu FTIK mendapat pagu anggaran sebesar 2,3 miliar, setelah pemotongan hanya tinggal 700 juta. Jadi kami mengikuti regulasi dari pusat,” jelasnya.
Meskipun kebijakan ini berdampak pada operasional ORMAWA, pihak fakultas meminta agar penggunaan anggaran dilakukan dengan bijak, serta menghindari pembelanjaan yang tidak terlalu penting.
Terakhir, ia berharap agar ORMAWA dapat menyesuaikan program kerja dengan kondisi anggaran saat ini.
“Disarankan agar mereka menyisihkan sebagian anggaran untuk membeli kebutuhan ATK secara mandiri, dengan catatan tetap membuat laporan penggunaan dana,” pungkasnya.
Wartawan: Arkatama, Zelene







