Oleh: Ayu Cahya Dewi
Wartawan LPM Qalamun
Menurut saya, ayah memiliki peran yang sangat besar dalam tumbuh kembang anak, terutama anak perempuan. Sejak kecil, ayah adalah sosok laki-laki pertama yang mereka kenal. Dari cara ayah bersikap dan memperlakukan orang di sekitarnya, anak belajar bagaimana seorang pria seharusnya bersikap. Kehadiran ayah juga memberikan rasa aman dan perlindungan, sehingga anak lebih percaya diri dan berani menghadapi dunia luar.
Selain itu, dukungan ayah, baik berupa perhatian, kata-kata positif, maupun dorongan, sangat berpengaruh terhadap rasa percaya diri anak perempuan. Mereka merasa berharga dan dicintai apa adanya. Tak hanya itu, ayah juga memegang peran penting dalam menanamkan nilai hidup, seperti disiplin, tanggung jawab, dan kerja keras. Cara ayah memperlakukan ibu atau perempuan lain di rumah menjadi contoh nyata tentang bagaimana sebuah hubungan yang sehat seharusnya berjalan.
Dengan bimbingan ayah yang bijak, anak perempuan belajar tumbuh mandiri, berani mengambil keputusan, dan tidak takut menghadapi tantangan hidup. Jadi, ayah bukan sekadar pencari nafkah, melainkan pondasi utama dalam aspek emosional, moral, maupun sosial. Kehangatan, keterlibatan, dan keteladanan seorang ayah sangat memengaruhi kepribadian serta pola hubungan anak perempuan di masa depan.
Peran ayah dalam tumbuh kembang anak perempuan memang sering terlihat sederhana, tetapi dampaknya besar. Kehadirannya bukan hanya soal ada di rumah, melainkan benar-benar terlibat dalam proses pertumbuhan anak. Mulai dari cara mendengarkan, memberi saran, hingga sekadar bercanda bersama, semuanya membentuk ikatan emosional yang membuat anak merasa dekat dan nyaman dengan ayahnya.
Tak jarang, momen-momen kecil bersama ayah justru menjadi hal yang paling berkesan bagi anak perempuan. Dari situlah mereka belajar arti perhatian dan kasih sayang dalam bentuk yang sederhana. Dengan cara ini, ayah tidak hanya menjadi sosok pelindung, tetapi juga sahabat yang bisa dipercaya dalam setiap tahap kehidupan anaknya.







