Home KAMPUS Wadek III FTIK Sampaikan Kebijakan Alih Fungsi Gedung SC Jadi Asrama Putri

Wadek III FTIK Sampaikan Kebijakan Alih Fungsi Gedung SC Jadi Asrama Putri

106
0

SIGI, LPMQALAMUN.com – Gedung Study Center (SC) Kampus II UIN Datokarama Palu resmi dialihfungsikan menjadi Ma’had Al-Jami’ah khusus putri. Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Wakil Dekan (Wadek) III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Dr. Elya, S.Ag., M.Ag., pada Jumat (30/09/2025).

Menurutnya, perubahan fungsi ini dilatarbelakangi kondisi gedung yang jarang digunakan dan terkesan mubazir.

“Awalnya pimpinan rektor melihat gedung SC tidak difungsikan maksimal, bahkan ada kerusakan. Mahasiswa biasanya memakai gedung Tarbiyah di sebelahnya. Karena itu, rektor berinisiatif menjadikannya asrama bagi mahasiswa putri, khususnya yang kesulitan membayar kos,” jelasnya.

Selain sebagai tempat tinggal, Ma’had Al-Jami’ah juga akan menjadi pusat pembinaan mahasiswa. Setiap penghuni akan mendapatkan pembekalan kajian kitab kuning, fiqh wanita, pendidikan, serta peningkatan keterampilan bahasa Arab dan Inggris.

“Jadi bukan sekadar tinggal, tapi juga ada kajian dan mentoring. Lab bahasa pun akan hadir ke sini untuk melakukan pembinaan,” tambahnya.

Pemindahan ini juga dimaksudkan untuk mempermudah mobilitas mahasiswa. Sebelumnya, Ma’had berada di kawasan Tipo yang berjarak sekitar 30 km dari kampus. Kini, dengan dipusatkan di Kampus II, mahasiswa dapat lebih dekat dengan aktivitas perkuliahan.

Terkait operasional, pihak FTIK tengah melakukan pendataan calon penghuni. Sasaran utamanya adalah mahasiswa putri FTIK yang benar-benar tidak mampu secara finansial.

“Mereka diminta menyerahkan KTP, KK, hingga keterangan biaya kos. Setelah itu akan diwawancara dan dilaporkan ke pihak rektorat,” ungkap Elya.

Ia juga menegaskan bahwa pemanfaatan gedung ini memang ditujukan untuk kepentingan mahasiswa.

“Awalnya Study Center dipusatkan untuk kegiatan ormawa. Namun karena jarak bagi mahasiswa fakultas lain cukup jauh, kegiatan lebih banyak dialihkan ke Kampus I. Agar gedung ini tidak mubazir, rektor berinisiatif menjadikannya asrama putri,” ujarnya.

Harapannya, keberadaan Ma’had Putri ini dapat meningkatkan kenyamanan mahasiswa sekaligus menunjang pembinaan akademik maupun non-akademik.

“Insyaallah ini bermanfaat. Malam hari ada kajian, ada satpam yang menjaga, bahkan rektor sudah merencanakan pembangunan food court seperti di Kampus I agar kebutuhan mahasiswa terpenuhi,” tuturnya.

Dengan adanya kebijakan ini, civitas akademika FTIK UIN Datokarama berharap Ma’had Putri dapat menjadi pusat pembinaan sekaligus wadah penguatan nilai keislaman bagi mahasiswa.

Wartawan Magang: Shihab, Syurga, Hanenda, Deagones

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here