Home OPINI Stop! Normalisasi Merokok Sambil Berkendara

Stop! Normalisasi Merokok Sambil Berkendara

103
0

Oleh: Usnul Khotimah
Wartawan LPM Qalamun

Merokok sambil mengendarai motor sering dianggap hal sepele. Padahal, kebiasaan ini bukan hanya soal kenyamanan pribadi, tetapi juga soal keselamatan bersama. Abu panas yang beterbangan bisa melukai orang lain, masuk ke mata, bahkan memicu kecelakaan. Di tengah lalu lintas padat, gangguan sekecil itu bisa berujung fatal.

Lebih dari sekadar abu, asap rokok turut memperparah polusi di jalan raya. Pengendara lain yang tidak merokok terpaksa menghirup udara kotor. Ini jelas bentuk ketidakpedulian terhadap hak orang lain untuk bernapas dengan udara yang bersih.

Masalahnya tidak berhenti pada kesehatan, tetapi juga menyangkut kesadaran sosial. Jalan raya adalah ruang publik, tempat semua orang berhak merasa aman. Jika hal sederhana seperti rokok saja tak bisa dikendalikan, bagaimana kita bisa berharap tercipta budaya berlalu lintas yang tertib dan beretika?

Bayangkan seorang ibu membonceng anak kecil, lalu abu rokok mengenai wajah mereka. Atau seorang pemula yang baru belajar motor kehilangan kendali karena pandangannya terganggu asap. Tragedi bisa lahir dari kebiasaan yang dianggap remeh.

Fenomena ini menandakan masih banyak pengendara yang abai terhadap etika berlalu lintas. Padahal, aturan tidak selalu harus tertulis untuk ditaati. Ada norma kesopanan dan empati yang seharusnya menjadi pegangan bersama. Berkendara dengan sadar berarti menjaga diri sekaligus melindungi orang lain di sekitar.

Jika perilaku ini terus dibiarkan, masyarakat akan terbiasa dengan bahaya dan menganggapnya lumrah. Lama-kelamaan, muncul budaya permisif di jalan raya—seolah merokok sambil berkendara adalah hal biasa. Padahal, membiarkan hal kecil berulang tanpa koreksi sama saja membuka pintu bagi risiko yang lebih besar.

Solusinya sederhana: tahan diri hingga tiba di tempat aman untuk merokok. Pemerintah dan aparat juga perlu memberi perhatian melalui sosialisasi dan penegakan aturan. Keselamatan di jalan bukan hanya soal memakai helm atau membawa surat kendaraan, tetapi juga soal perilaku yang bertanggung jawab.

Pada akhirnya, keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Menegur teman atau keluarga yang merokok di atas motor mungkin tampak kecil, tapi bisa menyelamatkan nyawa. Sedikit empati cukup untuk mengingatkan: di belakang kita ada orang lain yang juga ingin pulang dengan selamat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here