Oleh : Aulia Eka Savitri
Pengurus Redaksional
Kepala ini riuh,
padahal luar sunyi.
Langit tak berkata,
tapi pikiranku bersuara tanpa jeda.
Ada tawa yang tak selesai,
ada luka yang tak bisa tidur,
semuanya berebut tempat
dalam dada yang sempit dan letih.
Aku ingin diam,
menyepi dalam hening yang utuh,
namun setiap kali kubisu bibir,
batinku justru berteriak lebih keras.
Mungkin begini rasanya hidup,
belajar mendengar gaduhnya hati,
tanpa kehilangan tenang,
walau dunia terlalu berisik untuk diam.







