Oleh : Arwita Ramadhani
Pengurus Redaksional
Hai kau yang tak pernah kusangka,
Kau hadir tanpa tanda, singgah tanpa rencana,
Kau datang membawa tenang yang tak pernah kuminta,
Namun pergi meninggalkan luka yang sulit habis.
Kuharap dirimu hanya sementara di kepala,
Nyatanya kau tumbuh menjadi diam yang dalam,
Sesak dalam dada tak bisa ku ungkapkan,
Aku tersenyum pura-pura, kau tetap tak paham.
Setiap langkahmu menjadi harap yang kusimpan rapi,
Sedang kau melangkah tanpa melihat ke arahku lagi,
Aku yang menunggu pelan di sudut sepi,
Kau yang tak pernah sadar aku menanti.
Bukan salahmu bila kenyataan tak berpihak padaku,
Aku hanya korban rasa yang tumbuh diam-diam.
Kau tetap cerah, aku yang perlahan tenggelam,
Menjaga harap pada hati yang tak pernah jadi milikku.
Jika suatu hari kau temukan bait ini tersisa,
Semoga kau tahu tanpa perlu kuteriakkan rasa,
Aku jatuh, sedalam luka yang disembunyikan oleh masa,
Pada cinta yang datang tiba-tiba, lalu pergi menyisakan rasa.







