Home PUISI Ketika Hidup Duduk Sebentar

Ketika Hidup Duduk Sebentar

75
0

Oleh : Adinda Syahara
Wartawan

Sore datang dengan warna madu,
menyapu tembok dan hati dengan cahaya lembut.
Lalu malam menggulungnya kembali,
membiarkan kita hanyut dalam kenangan kecil.

Ada hari yang lewat tanpa peristiwa,
tanpa pesta, tanpa tragedi besar.
Hanya detak jam yang menua perlahan,
dan seseorang yang belajar mencintai
segala hal yang tak sempat ia abadikan.

Karena hidup, ternyata tak selalu butuh sorak atau pujian.
Kadang ia hanya ingin duduk diam di kursi tua,
mendengar angin,
dan tahu bahwa segala yang sederhana
punya cara sendiri untuk abadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here