Oleh : Sitti Nurhalisa Humairah
Wartawan Magang
Kita bertemu tanpa sebab
Hanya dengan kontak mata
Namun cukup membuat rasa canggung didalamnya
Senyuman dan tatapanmu membuatku terpukai
Seakan akan dunia berhenti berputar
Kita dekat tanpa ikatan
Rasa itu tumbuh tanpa aba-aba
Seperti benih bunga yang jatuh
Tanpa kusadari kapan bunga itu mulai mekar
Kita berjalan tanpa nama
Seperti air sungai yang mengalir
Hubungan kita berjalan tanpa aturan
Kita hanya mengikuti arus
Kita terikat tanpa status
Tapi kini jarak menjadi nyata
Senyumanmu mulai hilang
Langkahmu menjadi pelan
Aku diam menyimpan semua yang ada
Bunga yang dulu mekar perlahan menjadi layu
Senyuman itu, tatapan itu mulai menghilang
Rasa itu mulai fana
Rasa yang tumbu tanpa aba aba
Sekarang pergi tanpa berpamitan
Rasa yang tumbu dengan cepat
Kini rasa itu tumbang dengan cepat







