Oleh : Muhammad Jibril Paendong
Wartawan Magang
Di puncak gunung yang hijau nan luas,
Angin berbisik lembut, membawa kedamaian.
Sungai mengalir tenang, seperti nyanyian jiwa,
Menyapa bunga-bunga yang mekar tanpa kata.
Hutan rimbun, rumah bagi burung-burung bebas,
Daun-daun bergoyang, menari dalam harmoni.
Matahari terbenam, melukis langit merah jingga,
Membawa ketenangan, jauh dari hiruk-pikuk dunia.
Di sini, waktu berhenti, jiwa menemukan rumah,
Keindahan alam, pelipur lara yang abadi.
Dalam kedamaian ini, hati bersyukur dan damai,
Sebuah puisi hidup, tak pernah pudar.
Di balik senyap malam yang mulai turun perlahan,
Bintang-bintang muncul, bagai lentera di angkasa.
Mereka menjaga sunyi, menyinari langkah yang letih,
Mengajarkan bahwa harapan selalu ada, meski dalam gelap paling dalam.







