Oleh: Yuni
Jurusan: Sistem Informasi
Wartawan LPM Qalamun
Saat kita terlalu mengandalkan logika, kita sering kali kehilangan sentuhan emosi jadi tak berperasaan, yang hanya menganalisis tanpa merasakan, seringkali membuat fikiran kita menetap di antara dua pilihan “logis atau perasaan” mengapa kita harus memilih? Apakah keduanya harus bertentangan?
Logika membantu kita berfikir jernih dan rasional berdasarkan fakta, sementara perasaan memberi makna dan dorongan motivasi yang membuat kita tetap manusiawi. Pada akhirnya, keputusan terbaik datang dari keseimbangan keduanya atau terkadang logika menjadi tumpuan terakhir.
Di sisi lain, saat kita membiarkan perasaan mengambil alih, kita sering dianggap “bodoh” karena kebanyakan orang menganggap tidak berpikir rasional, tapi pada faktanya yang logis bisa jadi terlalu dingin dan yang berperasaan bisa jadi terlalu implusif.
So don’t be too hard on youreself kadang membiarkan perasaan berbicara bisa jadi pilihan yang bijak untuk diri sendiri begitupun sebaliknya.
Belajar untuk menyeimbangkan antara logika dan perasaan, agar bisa membuat keputusan yang tepat.
Tidak harus menjadi orang yang hanya logis atau hanya berperasaan, menjadikannya seimbang adalah hal yang bijak, semua tergantung pada diri sendiri tentang bagaimana kita menjalaninya.







