Home PUISI Titik Temu

Titik Temu

238
0

Oleh: Husnul Khatimah
Wartawan LPM Qalamun

Di tepi dermaga dirinya duduk didekap hening,
pikirnya memutar semua memori suka dan lara,
menerawang ke angkasa,
lantas melepaskan tanya pada semesta.
Langit sore mulai menampakkan cahaya sang jingga,
deburan ombak meliuk indah membasahi bibir pantai,
melodi semilir angin menyempurnakan keindahan.

Suara langkah kaki terdengar mengayun di kayu dermaga,
siluet bayang seseorang mulai terlihat mendekat,
membawa jawab pada pundak tegap.
Sampai, netra hitam penuh jawab miliknya,
bertemu dengan sepasang mata yang menyimpan banyak tanya.

Titik temu, antara dua pasang mata yang menyuguhkan jawab dan mengajukan tanya,
saling menunggu untuk menyelesaikan perihal kepergian tanpa aba.
Pada satu titik temu,
dua pasang mata itu saling mengunci,
saling memberi hening juga mendekap sepi,
membuat waktu seakan berhenti.

Dan pada penghujung petang,
senja datang sebagai hadiah alam bagi mereka yang merayakan perpisahan.
Lalu, memilih diam dan berpaling membuang pandang,
lantas pergi dengan arah yang berbeda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here