Oleh: Rennu Alifah Rahma
Wartawan LPM Qalamun
Kehadiranmu bagai jendela yang terbuka,
membiarkan cahaya masuk ke ruang
yang lama gelap dan tertutup.
Dulu aku hanya berjalan,
menyembunyikan wajah yang bukan milikku,
takut pada dunia,
takut pada diriku sendiri.
Namun kau datang,
menunjukkan bahwa rapuh bisa dirangkul,
bahwa luka pun bisa menjadi arti.
Bersamamu, aku belajar
menjadi nyata tanpa harus menyembunyi.
Kini aku berdiri lebih utuh,
berani menatap cermin
dan melihat diriku apa adanya.
Sebab engkau, tanpa memaksa,
membuatku percaya
bahwa aku cukup…
sebagai aku.







