Home PUISI Kenangan Manis

Kenangan Manis

92
0

Oleh : Moh.Fauzan
Wartawan Magang

Di batas senja, saat langit mulai meredup,
Aku temukan lagi bingkai usang yang kau tinggalkan.

Bukan air mata, hanya hening yang tersusun,
Saat jariku menyentuh jejak-jejak kenangan silam.

​Kau, yang pernah menjadi puisi tak bertepi,
Kini hanya barisan kata di buku yang tertutup rapi.

Aroma kopi yang dulu kita bagi,
Masih samar tercium di udara sepi.

​Kita pernah tertawa di bawah hujan lebat,
Berjanji abadi di depan mentari yang hangat.

Momen itu indah, tak bisa kubantah,
Walau kini kisah kita telah berganti arah.

​Ada sudut-sudut kota yang masih menyimpan namamu,
Bisikan angin pun terasa seperti sapaan suaramu.

Bukan lagi luka, tapi pelajaran yang berharga,
Tentang bagaimana cinta datang dan kemudian harus merelakan.

​Aku simpan semua, bukan untuk diratapi,
Tapi sebagai penunjuk arah, di malam hari.

Terima kasih, untuk babak yang telah usai,
Kau adalah masa lalu yang damai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here