Home OPINI Keteguhan Hati Manusia juga Bentuk Paling Indah

Keteguhan Hati Manusia juga Bentuk Paling Indah

86
0

Oleh: Luli Afianti
Pengurus Redaksional

Ada fase dalam hidup ketika seseorang tidak lagi berharap apa pun pada dunia. Bukan karena ia lemah, tetapi karena terlalu lama dipaksa kuat. Dunia terasa bising, tuntutan datang bertubi-tubi, sementara keadilan dan empati seolah hanya jargon kosong. Pada titik ini, menyerah bukan pilihan sadar, melainkan bentuk kelelahan yang menumpuk tanpa jeda.

Orang yang nyaris menyerah sering kali tidak meminta banyak. Mereka tidak menuntut dunia menjadi sempurna, hanya berharap dunia sedikit lebih manusiawi. Namun ketika kegagalan berulang, pengkhianatan datang dari arah yang tak disangka, dan usaha terus berujung pada kekecewaan, harapan pun pelan-pelan berubah menjadi sikap apatis. Bukan karena tidak peduli, tetapi karena terlalu sering peduli dan tidak pernah ditanggapi.

Ironisnya, masih ada segelintir orang kerap menilai mereka sebagai pribadi yang pesimis atau kurang bersyukur. Padahal, tidak semua kelelahan terlihat. Ada luka yang tidak berdarah, tetapi perihnya menetap. Ada tangis yang tidak bersuara, tetapi sesaknya menghimpit. Dunia sering lupa bahwa bertahan hidup saja kadang sudah merupakan bentuk keberanian paling sunyi.

Namun, meski seseorang berhenti berharap pada dunia, bukan berarti ia berhenti bernilai. Justru di titik paling gelap itulah, makna hidup sering diuji. Dunia boleh gagal memberikan apa yang telah dirancang dengan matang, tetapi manusia tidak boleh sepenuhnya gagal memanusiakan sesamanya. Terkadang, satu kalimat sederhana, satu kehadiran tanpa menghakimi, mampu menjadi jangkar bagi seseorang yang hampir tenggelam.

Untukmu yang membaca secarcik tulisan ini, bayangan gelap untuk “berhenti berjuang” mungkin sedang menyelimutimu, namun ingatlah kembali, hangatilah hatimu dan katakan bahwa kamu itu istimewa. bagaimana mungkin kamu menyerah hanya dengan kalimat olokan sederhana mereka, ocehan tidak bernilai itu sedangkan Rabb mu menciptakan dirimu dengan sangat sempurna. tanpa disadari, hadirmu mungkin saja menjadi salah satu alasan orang lain juga bertahan untuk berkelana di bumi ini. maka bertahanlah, dan kamu akan menemukan kemenangan mu di kemudian hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here