Ku Tahu Tidak Mudah

0
Oleh: Ismail Wartawan LPM Qalamun Dalam perjalanan hidup, kita sering dihadapkan pada kenyataan bahwa segala sesuatu yang berharga tidak pernah datang dengan mudah. Ungkapan “Ku tahu tidak mudah” menggambarkan kesadaran yang lahir dari pengalaman, bahwa setiap langkah menuju impian, setiap...
Oleh: Ismail Wartawan LPM Qalamun Ku tahu tak mudah, Menjalani hari dengan hati yang terluka. Setiap langkah terasa berat, Setiap napas membawa sisa kecewa yang belum reda. Ku tahu tak mudah, Tersenyum ketika hati ingin menangis. Namun aku belajar, Bahwa bahagia bukan berarti tak pernah bersedih. Langit pun...

Ku Tahu Tak Mudah

0
Nama: Ismail Wartawan LPM Qalamun Langit sore itu berwarna jingga pucat. Angin berhembus lembut, membawa aroma tanah yang baru saja disiram hujan. Di bangku taman sekolah, Rani duduk memandangi langit dengan mata yang basah. Hari ini ia gagal lagi. Gagal menjadi...
Oleh: Nur Syam Solehah Wartawan LPM Qalamun Banyak yang mengira menjadi open minded berarti harus menerima semua hal tanpa batas, Harus selalu berjalan sejajar dengan arus, Tidak mengeksekusi trend ini dan itu dianggap tidak keren dan ketinggalan Zaman. Padahal tidak. Menjadi open...

It’s Only Robot

0
Oleh: Nur Syam Solehah Wartawan LPM Qalamun "Anggap saja ini hadiah dariku" Kalimat itu selalu terngiang di kepala Surya setiap kali ia menatap sebuah robot yang diberikan oleh seorang teman kala itu, disampingnya terletak tumpukan berkas di atas mejanya—berkas proyek yang nilainya...
Oleh: Moh Syafi Dwi Putra Wartawan LPM Qalamun Episode 1: Luka yang Membakar Semangat Suara tawa terdengar memenuhi kelas. Raka, anak dengan baju seragam yang sudah memudar warnanya, menjadi bahan olokan lagi. “Eh, lihat sepatunya Raka! Bolong, bisa buat keluarin jari!” seru Bima...
Oleh: Moh Syafi Dwi Putra Wartawan LPM Qalamun Perjalanan demokrasi Indonesia dari Orde Baru sampai sekarang adalah cerita panjang tentang kebebasan yang diperjuangkan, sekaligus tentang tantangan yang tak kunjung selesai. Di era Orde Baru, demokrasi hanya sekadar nama. Pemilu diadakan, tapi hasilnya...

Perubahan

0
Oleh: Moh Syafi Dwi Putra Wartawan LPM Qalamun Dulu kau berjalan di lorong sunyi, Langkahmu ringan, tapi dipandang sepi. Tatapan meremehkan menusuk hati, Seolah dirimu tak berarti. Namun waktu adalah saksi teguh, Kesabaranmu tumbuh dari luka yang rapuh. Di balik cemooh kau ukir janji, Bahwa masa depanmu tak...
Oleh: Moh Fauzan Wartawan LPM Qalamun Hari itu tanggal 21 Juli 2025, pukul 13.00 siang. Saya baru saja bangun tidur, tidur malamku kelewat panjang sampai siang. Begitu bangun, aku duduk di kursi teras rumah seniorku sambil bengong, nyawaku masih tercecer entah...
Oleh: Aura Reski Ramadani Wartawan LPM Qalamun Ayah, Diantara langkah waktu yang terus berjalan, Namamu tinggal seperti bayang Di dinding kenangan yang retak perlahan. Aku tumbuh tanpa genggam tanganmu, Tanpa tawa yang harusnya mengiringi masa kecilku, Tanpa pelukan yang selama ini Hanya bisa kupinjam dari mimpi-mimpi malamku. Setiap sore...