Satu Jalan, Satu Semangat
Oleh: Moh Yusuf Wartawan LPM Qalamun Kita bukan saling menjauh, hanya sedang menempuh jalan dengan arah yang berbeda. Aku menetap di lembaga dengan segala beban di pundak, sedangkan engkau melangkah pergi, mengukir masa depan lewat ilmu dan tekad. Hari-hari kini tak lagi ditemani tawa dan canda bersama, hanya sapa singkat yang menjadi penawar rindu di dada. Namun kita tahu, ini bukan perpisahan sia-sia— ini wujud ikatan yang matang:...
Bimbingan dan Konseling Pilar Tersembunyi Pendidikan yang Kerap Terlupakan
Oleh: Syahida Amalia Wartawan LPM Qalamun Di zaman modern ini, banyak pelajar menghadapi masalah mental; hal ini mungkin dipicu oleh penggunaan teknologi yang semakin canggih hingga tak terkendalikan, kondisi rumah yang kurang menyenangkan, atau ekonomi yang tidak memadai hingga mereka harus mencari penghasilan sendiri guna biaya sekolah. Hal-hal tersebut kerap menjadi hambatan dalam proses belajar. Untuk itu, peran bimbingan dan konseling hadir...
Di Balik Pintu Rumah Bernama Organisasi
Oleh: Syahida Amalia Wartawan LPM Qalamun Sore itu langit berbalut mendung. Pandangannya mengembara dari awan kelabu ke kerumunan orang-orang. Ia mengenali setiap raut, namun tak satu pun nama menyingkap jelas di lipatan memorinya. Di tengah keramaian, kesepian justru meresap perlahan ke dalam jiwanya. Pertanyaan-pertanyaan kecil merayap di kepalanya, tak satu pun menemukan jawaban—entah kapan akan terungkap. Senja beralih menjadi malam. Ia memilih duduk...
Anak dalam Gelap
Oleh: Fikri Wartawan LPM Qalamun Aku bukan lagi cahaya yang dulu menuntun langkahku sendiri. Kini, aku hanyalah anak dalam gelap, terseok di lorong tanpa ujung. Azan pernah jadi panggilan, kini tinggal gema yang tak lagi kukejar. Buku-buku dulu kupeluk erat, kini berdebu dalam sunyi yang panjang. Gelap ini bukan malam, melainkan ruang di dalam diriku— tempat harapan terselip, namun tak berani muncul. Aku, anak dalam gelap, bertanya pada bayangan sendiri: adakah jalan kembali menuju terang? atau...
Langit Biru
Oleh: Ariel Septia Putra Wartawan LPM Qalamun Langit biru tampak begitu indah, keheningan warnanya melambangkan sejati. Namun saat malam datang, ia berubah gelap gulita, menakutkan hingga terbawa dalam mimpi. Andai aku bisa memilih, aku hanya ingin menatap langit biru setiap hari— sebab birunya selalu membuat hati senang. Namun, tak semua yang kita rasakan selalu nyata. Kenyataan harus diterima, karena langit biru tak selamanya indah. Dari gelap gulita malam, kita pun bisa belajar menemukan sisi baiknya, sebab langit, dalam terang maupun...
Teman: Memberi Manfaat atau Sebaliknya?
Oleh: Rifky Ramadhan Sabi Wartawan LPM Qalamun Sepertinya, arti teman sejati memang tak pernah sederhana. Kadang membuat resah, kadang pula membuat hati terasa berat. Itu hal yang wajar dalam sebuah pertemanan. Mungkin saja kita pun pernah melakukan hal serupa tanpa sadar. Karena pada dasarnya, hidup ini memang saling membutuhkan. Justru di situlah nilai pertemanan diuji. Apakah kita hanya mampu menerima kebaikan, atau...
Ruang Antara
Oleh: Firdah Syari Wartawan LPM Qalamun Tak selalu tersorot, sering kali terabaikan, Namun tetap berdiri tegar di tengah kesunyian. Terkadang terjepit bayang masa depan, Diburu jejak yang terus mengekori dari belakang. Kisah tentang mereka yang lebih bercahaya, Menyesakkan dada yang terbiasa hening. Seperti duri menancap pada luka lama, Tersembunyi di balik pintu kamar yang gelap. Di balik senyum yang tersuguh setiap hari, Ada tangis yang enggan menampakkan diri. Rapuh memang, tapi...
Kampus: Antara Idealisme dan Realitas
Oleh: Febrian Fahrezi Wartawan LPM Qalamun Kondisi kampus hari ini memperlihatkan adanya jurang yang cukup nyata antara idealisme mahasiswa dan realitas yang mereka hadapi. Kampus semestinya menjadi ruang tumbuhnya gagasan, tempat kebebasan berpendapat, sekaligus wadah untuk mengasah daya kritis. Namun dalam praktiknya, mahasiswa kerap terbentur pada tembok birokrasi, keterbatasan fasilitas, hingga kegiatan akademik yang lebih menekankan formalitas daripada kualitas. Partisipasi mahasiswa dalam...
Sebelas di Balik Jeruji
Oleh: Sahir Cipongono Wartawan LPM Qalamun Langit Sofifi sore itu berwarna merah tembaga. Di tepi jalan menuju pusat kota, sebelas mahasiswa baru dari Sangaji berdiri berderet, menggenggam poster bertuliskan: “Tanah Adat Bukan untuk Dijual!” “Jangan Rampas Hak Leluhur Kami!” Mereka datang dari kampung-kampung di Maluku Utara, merantau demi menuntut ilmu. Namun hati mereka tetap berpaut pada tanah leluhur—bukan sekadar lahan, melainkan identitas, sejarah, dan...
Aku Selalu Memperhatikanmu dari Jauh
Oleh: Zanira Nur Aviva Wartawan LPM Qalamun Di tengah riuh dunia yang tak pernah sunyi, aku berdiri, menyembunyikan pikiran dalam diam. Tak satu pun langkahmu terlewat dari pandangku, meski jarak menjelma dinding yang tak bisa kuatasi. Aku bukan cahaya yang menyapamu tiap pagi, hanya bayangan yang tenang, mengiringi dari sisi. Ada rasa yang tak mampu dijelmakan kata, ada doa yang hanya berani kusimpan di dada. Kau berjalan, memeluk semesta...













