Rumah Hati
Oleh: Nayla Faza Kamila Wartawan Magang Di dalam rumah, di setiap sudutnya, Ada tawa riang, ada cerita. Kasih membentang, tak terhingga, Keluarga adalah anugerah nyata. Ayah,ibu, pilar yang kokoh, Membangun asa,mengusir resah. Saudara, pelipur lara, teman berbagi, Hidup bersamanya, sungguh bearti. Tak selalu mulus, kadang berbatu, Namun ikatan ini, takkan layu. Saling menguatkan, Saling memahami, Keluarga adalah surga di bumi.
Propaganda Media: Kebohongan Total yang Membingkai Isu demi Kebenaran
Oleh: Ahmad Alawi Wartawan LPM Qalamun 13 Oktober 2025, publik dari program Trans 7 menayangkan tayangan yang menciptakan gambaran sosok pendiri pesantren hidup bermegahan dari hasil umat maupun santri. Mereka juga menyusun narasi tolol yang menuding adanya perbudakan dalam kehidupan pesantren. “Santrinya minum susu saja kudu jongkok, emang gini kehidupan pondok?” Narasi yang disusun dalam media tersebut disampaikan tanpa konteks yang utuh. Bukankah...
Usaplah Matamu.
Oleh: Andi Syarifah Gilda Wartawan Magang Tidakkah kau sadar hai kawan Dunia yang selama ini hanyalah jebakan Kesenangan yang selama ini kau impikan hanyalah tipuan Itulah bisikan setan yang kau anggap kawan Yang membutakan hatimu dari sekian kebaikan. Tiada yang indah di matamu kecuali kegelapan Yang tidaklah lain keburukan dan kejahatan Dan tak akan terus mendekap tak mau melepasakan Hingga kau jatuh...
Sajak Rindu Serambi Sunyi.
Oleh: Andi Syarifah Gilda Wartawan Magang Bukan paras jelita yang memenuhi kalbu, Bukan pula janji manis di bawah sinar rembulan palsu. Cintaku berlabuh pada dinding yang membisu, Di sanalah rindu menemukan pelabuhan terakhirnya pilu. AlFatah, rumah kedua yang sunyi. Setiap sudutnya menyimpan kisah tak terperi. Derap langkah santri di subuh hari, Adalah melodi terindah yang menghiasi hati. Bukan bantal empuk yang kurindukan setiap malam, Tapi tikar lusuh dan suara ngaji...
Rahasia Dua Pelita yang Tak Pernah Padam.
Oleh: Andi Syarifah Gilda Wartawan Magang Di setiap detak jantung, ada nama kalian terukir, Dua Sosok pelita hidupku yang takkan pernah pudar. Cinta kalian mengalir, bagai sungai yang jernih, Menyirami jiwa ini, dengan kasih yang abadi. Ayah, sosok tegar, pelindung yang gagah berani, Tanganmu yang perkasa, membimbing langkah demi langkah. Dalam diam, tersimpan sejuta makna, Pengorbananmu, takkan pernah terlupa. Ibu, malaikat tak bersayap, penuh kelembutan, Senyummu yang hangat, menyejukkan hati...
Pesantren: Penjara Suci atau Kawah Candradimuka?
Oleh: Andi Syarifah Gilda Wartawan magang Pesantren, sebuah institusi pendidikan Islam tradisional di Indonesia, sering kali memicu perdebatan sengit di masyarakat. Bagi sebagian orang tua dan santri, pesantren dipandang sebagai "penjara suci" sebuah tempat dengan aturan ketat, isolasi dari dunia luar, dan potensi pelanggaran hak asasi manusia. Namun, bagi mayoritas masyarakat, pesantren adalah "kawah candradimuka," tempat penggemblengan karakter, moralitas, dan pengetahuan...
Balasan Bagi si Kikir
Oleh: Andi Syarifah Gilda Wartawan Magang Suatu hari pernah seorang wanita yang lumpuh tangan kanannya menghadap Nabi shallallahu alaihi wasallam seraya berkata : “Ya Nabiyallah, kumohon sudilah kiranya baginda memohon kepada Allah SWT agar Dapat menyembuhkan tangan kananku yang lumpuh ini!” Nabi shallallahu alaihi wasallam bertanya kepadanya : “Apakah yang menjadikan tanganmu lumpuh ?” Maka wanita tadi menceritakan sebab kelumpuhannya : “Ya, Nabiyallah, pada suatu malam aku...
Tatapan di Bawah Gerbang
Oleh: Hidayat Nur Wahid Wartawan Magang Dibawah gerbang hijau, dua pasang mata saling tatap, Tatapan yang di pertemukan waktu tanpa rencana. Riuh kerumunan orang seakan tak terdengar, Saat tatapan itu pertama kali di pertemukan. Ada sesuatu dalam cara mu memandang, Sebuah pesan tanpa suara seakan tak ingin usai. Tatapan yang kau iringi dengan senyuman, Dan saat itu detik terasa lebih panjang....
Harga Sebuah Keadilan
Oleh: Hidayat Nur Wahid Wartawan Magang Di atas meja yang mengkilap dan mahal, Palu diketuk, namun berbunyi sumbang, Menyisakan tanya yang terus mengambang, Apakah keadilan hanya tinggal khayalan, Apalah daya, keadilan hanya milik mereka yang berpunya, Vonis terasa ringan bagai kapas beterbangan, Hukum bisa di beli seperti barang rongsokan, Pasal-pasal kehilangan arah bagaikan hewan tanpa tuan, Tangan gemetar mengambil yang bukan...
Aku dan Kalian Semua
Oleh: Hidayat Nur Wahid Wartawan Magang Tiga tahun terhitung waktu yang singkat Bagaikan debu yang di tiup angin senja, Ingat saat kita pertama kali berkenalan Awal cerita kita untuk mengukir kisah. Tiga tahun kita lalui bersama Dari seragam baru hingga coretan di atas meja, Tertawa bebas saat waktu luang Dan rasa lelah yang seakan tak terasa. Wajah dan nama kalian masih teringat di kepala, Walaupun...












