PALU, LPMQALAMUN.com – UIN Datokarama Palu sukses menyelenggarakan wisuda pada Rabu (26/02/2025) di Auditorium UIN Datokarama Palu.
Wisuda merupakan agenda rutin perguruan tinggi yang menandai kelulusan mahasiswa setelah menyelesaikan seluruh tahapan akademik. Acara ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas yang telah memenuhi syarat kelulusan.
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) sekaligus Ketua Panitia Wisuda, Dr. Adam, M.Pd., M.Si., mengungkapkan bahwa persiapan wisuda kali ini menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya terkait efisiensi anggaran.
“Tantangan pertama sebenarnya ketika efisiensi terjadi hampir seluruhnya ditiadakan, termasuk konsumsi. Namun, menurut Rektor, itu tidak humanis, jadi tetap harus ada konsumsi agar peserta wisuda merasa bahagia. Awalnya kami berkecil hati, tetapi dengan kebersamaan, kami menghubungi teman-teman dan para dekan. Kami tidak tahu uang itu dari mana, tetapi wisuda yang awalnya direncanakan sederhana justru menjadi yang paling meriah,” ungkapnya.
Selain itu, pembagian ijazah secara langsung setelah wisuda menjadi tantangan tersendiri. Mekanisme ini baru pertama kali diterapkan di UIN Datokarama Palu dan membutuhkan ketelitian tinggi.
“Biasanya, mahasiswa harus menunggu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk mendapatkan ijazahnya. Tahun ini, kami berusaha agar peserta wisuda bisa langsung menerima ijazahnya setelah acara selesai. Itu bukan hal mudah karena lebih dari 200 mahasiswa harus menerima ijazah dengan data yang benar tanpa kesalahan titik atau koma. Namun, berkat kerja keras tim akademik, hal itu bisa diwujudkan,” tambahnya.
Dari segi pelaksanaan, Adam menekankan pentingnya disiplin panitia dan peserta. Ketepatan waktu menjadi faktor utama dalam menjaga kelancaran acara.
“Kami sudah menghimbau peserta untuk tidak terlambat. Jika ada yang terlambat, mereka tidak diizinkan masuk auditorium. Saya tidak ingin acara ini terganggu oleh lalu lalang peserta yang tidak disiplin. Alhamdulillah, semuanya berjalan rapi dan lancar. Ingat, orang yang disiplin lebih berhasil daripada orang yang cerdas tetapi tidak disiplin,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan harapan kepada para lulusan agar menjaga nama baik almamater dan terus berjuang untuk masa depan mereka.
“Harapan kami, dengan ijazah di tangan, para wisudawan bisa terus berpacu ke depan, baik untuk melanjutkan studi maupun langsung bekerja. Jagalah nama baik almamater dan ingat perjuangan orang tua selama kuliah. Sekarang, Anda bukan lagi mahasiswa, tetapi seorang sarjana. Berikan kebanggaan bagi kampus ini sehingga kami bangga melihat anak-anak kami sukses,” harapnya.
Wartawan: Peanut, Mentari







