Home OPINI Politik Menggerus Akal Sehat dan Meretakkan Kerukunan di Desa Saya Sendiri

Politik Menggerus Akal Sehat dan Meretakkan Kerukunan di Desa Saya Sendiri

155
0

Oleh: Moh Fauzan
Wartawan LPM Qalamun

Dalam hidup ini, kekuatan dan keyakinan merupakan salah satu pilar utama dalam membentuk logika manusia. Namun, ketika menghadapi kompleksitas kehidupan sosial, akal sehat saja tidaklah cukup. Diperlukan pengetahuan, nalar kritis, dan kejujuran dalam melihat fakta. Sayangnya, di banyak tempat—termasuk di desa saya sendiri—akal sehat dan ilmu pengetahuan kerap dikesampingkan demi kepentingan politik praktis.

Masyarakat cenderung mengedepankan fanatisme politik lebih daripada nilai sosial dan kekerabatan. Saya menyaksikan sendiri bagaimana hubungan antar saudara bisa retak hanya karena perbedaan pilihan politik. Mereka saling menjatuhkan, menyebarkan informasi yang belum tentu benar, dan lebih keras mempertahankan ego politik dibanding menjaga tali silaturahmi. Padahal, politik bersifat sementara, sedangkan hubungan kekeluargaan adalah warisan nilai yang seharusnya dijaga sepanjang hayat.

Fenomena ini menunjukkan bahwa sebagian orang lebih mengandalkan asumsi dan penalaran sempit daripada logika yang berlandaskan ilmu pengetahuan. Lawan politik dianggap sebagai ancaman, bukan sebagai sesama warga yang memiliki hak untuk berpikir dan memilih. Nilai-nilai sosial seperti gotong royong, kepedulian, dan kerukunan makin terpinggirkan oleh pola pikir “kami versus mereka”.

Sudah saatnya masyarakat di desa saya sendiri berhenti menjadikan politik sebagai poros utama kehidupan sosial. Politik seharusnya menjadi alat untuk membangun, bukan alasan untuk memecah belah. Kita perlu kembali menegakkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat: menghormati perbedaan, menjaga persaudaraan, dan berpikir kritis berdasarkan ilmu pengetahuan, bukan sekadar asumsi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here