Oleh : Rival Dzulqarnaen
Wartawan
Saat kesepian menyentuh kalbu,
di bawah pekat langit malam,
cahaya rembulan menyalakan rindu,
membawa hangat di sela hening yang dalam.
Aku berdiri, menatap lintang berkilau,
menyulam gelap angkasa dengan cahaya.
Indah,entah siapa yang menata,
jiwa pun larut dalam takjub yang tak terucap.
Malam berbisik dalam kesejukan,
kantuk enggan singgah di pelupuk mata.
Rembulan perlahan bergeser dari singgasananya,
hingga fajar merekah, menorehkan cahaya pertama.







