Oleh : Sitti Nurhalisa Humairah
Wartawan Magang
Ia terus bergerak maju
Tak tahu caranya untuk mundur
Ia terus berdetak
Tak tahu caranya untuk berhenti
Ia saksi bisu perjalanan
Tempat mimpi lahir dan gugur
Merekam tawa dan air mata
Tanpa memberi jeda
Diantara detik yang berlalu
Kita tersadar akan fana
Bahwa yang datang akan pergi
Dan yang pergi tinggal kenangan
Waktu mungkin terus berjalan
Seperti senja yang menelan cahaya
Redup dan samar berdatangan
Namun kenangannya akan tetap ada







