Gema Syahril Qur’an

0
Oleh: Syarifatul Awliyah Sahupala Wartawan LPM Qalamun Gema tilawah mulai berkumandang merdu, membasuh jiwa yang haus akan ilmu. Tiga raga menyatu dalam satu tujuan, membawa syiar di atas mimbar...

Banjir Peluang atau Ancaman untuk Indonesia

0
Oleh: Alia Wartawan LPM Qalamun Banjir yang melanda Indonesia saat ini—dari Jakarta hingga Kalimantan, dengan kerugian triliunan rupiah dan ribuan pengungsi—bukan sekadar bencana alam, tapi respons...

Rahasia di Balik Pintu Tua

0
Oleh: Alia Wartawan LPM Qalamun Di sebuah desa kecil di tepi hutan Jawa, hiduplah seorang pemuda bernama Ardi. Ia berusia 20 tahun, bekerja sebagai tukang kayu...

Bayangan yang Bernyawa

0
Oleh: Alia Wartawan LPM Qalamun Di malam yang sunyi, bayanganmu terbangun, Tak lagi diam, tapi bergerak pelan. Ia melintasi dinding kosong rumah, Mencari cahaya yang hilang dari mata. Bayangan itu...

Kali Ini, Cukup, Ya?

0
Oleh: Luli Afianti Pengurus Redaksional Ada kata yang kini tak lagi kucari, harapan yang kupeluk pun perlahan kulepas. Bukan karena tak pernah bermakna, melainkan karena lelah menunggu sesuatu yang tak...

Keteguhan Hati Manusia juga Bentuk Paling Indah

0
Oleh: Luli Afianti Pengurus Redaksional Ada fase dalam hidup ketika seseorang tidak lagi berharap apa pun pada dunia. Bukan karena ia lemah, tetapi karena terlalu lama...

Ayah di Kursi Kosong

0
Oleh: Syarifatul Awliyah Sahupala Wartawan LPM Qalamun Setiap sore, Raka selalu duduk di ruang tamu, tepat di depan kursi kayu tua yang tak pernah lagi terisi....

Arah Baru Ketenagakerjaan Indonesia 2025

0
Oleh: Syarifatul Awliyah Sahupala Wartawan LPM Qalamun Penurunan angka pengangguran di tahun 2025 belum mencerminkan kualitas lapangan kerja yang ideal bagi masyarakat. Banyak pekerja masih terjebak...

Rumah yang Retak

0
Oleh: Syarifatul Awliyah Sahupala Wartawan LPM Qalamun Di sudut rumah yang pernah hangat, Kini retak oleh kata-kata tajam, Ayah pergi dengan langkah berat, Ibu menangis di sudut gelap malam. Anak-anak...

Di Kursi yang Kosong

0
Oleh: Syarifatul Awliyah Sahupala Wartawan LPM Qalamun Di ruang tamu, kursi itu masih setia menunggu— kayu tua menghafal berat tubuh yang tak lagi pulang. Aku belajar mengikat sepatu pada pagi yang...