Oleh: Nur Inayah Adam
Wartawan LPM Qalamun
Ayah, pelukanmu setiap malam adalah pelabuhan terhangat,
tempatku berlabuh setelah badai kecil di hatiku reda.
Dalam dekapanmu, dunia menjadi lembut dan tenang,
seperti cahaya pagi yang mengusap jendela jiwaku.
Suara langkahmu adalah irama hari-hariku,
mengajarkanku menari di antara gelak tawa dan air mata.
Genggaman tanganmu yang kuat sekaligus lembut
menjadi lentera saat aku ragu melangkah.
Aku adalah gadis kecil kesayanganmu, cahaya yang kau rawat.
Dalam pelukmu, kutuliskan cerita penuh warna.
Doaku terajut di keheningan malam,
agar engkau selalu sehat, kuat, dan berbahagia.
Kala mentari tenggelam dan malam menyapaku,
kupandangi wajahmu penuh kasih dan kehangatan.
Engkau pahlawan yang tak pernah lelah berjaga,
bintang terang yang menuntun di tengah gelapnya jiwa.
Dan jika suatu hari aku tumbuh dan melangkah jauh,
cintaku padamu akan tetap abadi, tak berbatas.
Ayah, engkau bagiku laksana embun pagi,
selalu menyejukkan, selalu menjadi rumah kehangatanku.







