Lukisan Tawa

0

Oleh: Farrahna Abdullah Pengurus LPM Qalamun Pigura lama tampak usang Senyumannya pun makin pudar Bahunya tak sekokoh dulu Tawanya tak secerah kala itu Ternyata waktu terus berjalan Layaknya detik di dalam jam Seperti pagi yang menjadi malam Semuanya mulai berubah Cahaya itu telah meredup Jiwaku seakan turut pudar melihatnya Waktu memang tak bisa diulang Lantaran hidup bukan kita seorang Aku rindu masa-masa itu Masa di mana kasih itu nyata Cintanya abadi dalam jiwa Pengorbanannya tiada...

Menuntut Ilmu

0

Oleh: Ufriana Rustam Wartawan LPM Qalamun Ilmu, cahaya di dalam jiwa Menerangi jalan, menghilangkan duka Dengan ilmu, kita mengetahui Rahasia alam dan kebijaksanaan yang sejati Ilmu, kunci untuk membuka pintu Menuju kesuksesan dan kebahagiaan yang sejati Dengan ilmu, kita dapat mengatasi Tantangan hidup dan mencapai cita-cita Ilmu, sumber kekuatan dan kebijaksanaan Membantu kita membuat keputusan yang tepat Dengan ilmu, kita dapat membedakan Antara yang benar dan yang salah Maka, carilah ilmu dengan sungguh-sungguh Dan...

Dirimu

0

Oleh: Aprilia Ayu Azhani Wartawan LPM Qalamun Di tengah gelap, kau datang membawa cahaya Menyentuh jiwa yang terluka, menghapus duka. Dalam pelukanmu, rasa sakit terasa membakar Setiap lara terhapus, seolah tak pernah ada. Kau adalah harapan, dikala sepiku meraja Menghangatkan hati yang beku oleh masa. Dengan senyummu, awan kelabu beranjak pergi Mendatangkan nuansa baru, warna-warni kehidupan. Saat lelah menggerogoti jiwa ini Kau datang bak angin lembut,...

Dendam yang Tak Terucap

0

Oleh: Ahmad Fauzan. M Wartawan LPM Qalamun Di sebuah kota kecil yang tenang, tinggal seorang pria bernama Arif. Kehidupannya sederhana, bekerja sebagai pegawai di toko buku milik Pak Sigit. Setiap pagi, Arif melangkah pelan, menyapa beberapa tetangga dan memulai hari seperti biasa. Namun, di dalam hatinya ada kekosongan yang selalu terasa setiap kali ia memandang jalan setapak yang mengarah ke rumahnya. Beberapa...

Tentang Mereka

0

Oleh: Siti Hajar Wartawan LPM Qalamun Mereka yang sudah ku anggap sebagai saudara. Terima kasih kalian yang selalu bersamaku. Susah dan senang yang selalu kita lewati, Kalian yang tau bagaimana lemahnya diriku. Kalian yang selalu mendukungku. Kita yang selalu menghabiskan waktu bersama, Namun kini kita terpisahkan oleh perjalanan menuju kesuksesan. Namun apakah kebersamaan kita akan terus berjalan? Akankah kita selalu bersama?

Cinta dan Dendam

0

Oleh: Usfadia Wartawan LPM Qalamun Di sebuah kerajaan nan elok, hiduplah seorang gadis bernama Melati, secantik bunga yang mekar di musim semi. Ayahnya, Jenderal Wijaya, adalah perwira kepercayaan raja, dipuja rakyat karena keberanian dan kebaikannya. "Ayah," bisik Melati suatu senja, bersandar di pundak sang jenderal, "Aku mencintaimu lebih dari apa pun di dunia ini."Jenderal Wijaya tersenyum, "Dan Ayah mencintaimu, putriku, lebih...

Senja yang Indah

0

Oleh: Salsabila putri Wartawan LPM Qalamun Senja, wahai senja kau begitu indah Membawa keheningan dan keharmonisan. Langit berwarna merah, kuning, dan ungu Menghanyutkan jiwa ke alam impian Suara burung-burung berkicau merdu di langit, Mengiringi senja yang datang. Kau membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi semua orang, Membuat hati ini merasa tenang memandang mu

Kehilangan Sebelum Bertemu

0

Oleh: Wahyudi M Asse Wartawan LPM Qalamun Di dalam kandungan, aku merasakan kekosongan Sebuah lubang yang tak pernah terisi Aku kehilangan sosok yang seharusnya kukenal Ayah, yang tak pernah kutemui Aku merasakan getaran hati yang tak pernah tenang Menunggu seseorang yang tak pernah datang Aku kehilangan pelukan yang hangat dan kuat Ayah, yang tak pernah kucium Di dalam kandungan, aku merasakan kesepian Sebuah perjalanan yang tak pernah berakhir Aku kehilangan sosok...

Perihal Kopi

0

Oleh: Nurmawati Pengurus LPM Qalamun Perihal kopi Yang membuat tenang riuhnya kepala ini Rasanya membuatku enggan untuk berhenti Seakan kopi ini adalah obat bagi yang menikmati Meski kopi tak akan bisa membuat sirna segala riuh pikuk isi kepala Setidaknya kopi adalah rasa paling ampuh untuk mengobatinya Mengobati segala luka yang membuat raga yang hampir kehilangan jiwanya bagi yang menikmati pasti merasakan hal yang sama. Dan mungkin... Sebagian manusia...

Melodi yang Hilang

0

Oleh: Usfadia Wartawan LPM Qalamun Di kota kecil nan sunyi, di mana embun pagi menari di atas dedaunan. Hiduplah Laras, gadis tunarungu yang hatinya bagai sebuah taman rahasia, penuh melodi bisu kasih sayang. Ia memancarkan cahaya kehangatan, ingin berbagi keindahan dunia senyapnya kepada semua orang. Namun, dalam kedamaian itu tersimpan keraguan; bisakah ia dicintai, dengan dunianya yang berbeda? Kemudian, Bram datang...