Pecahan Keluarga, Tumbuh Bersama Ayah

0
Oleh: Firdania Ranti Wartawan Magang Latar belakang Athalia adalah sebuah rumah tangga yang hancur. Trauma itu bermula saat usianya baru empat tahun. Di hadapan matanya,...

Teknologi sebagai Sahabat yang Perlu Dikendalikan

0
Oleh: Firdania Ranti Wartawan Magang Teknologi pada masa kini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Hampir setiap aktivitas, mulai dari bekerja, belajar, hingga...

Ikatan di Kota Asing

0
Oleh: Firdania Ranti Wartawan Magang Di sudut kota yang terasa asing, Ku tata diri, coba sesuaikan hembusan. Senyum tipis sapa orang, hati masih bimbang, Mencari pijakan dalam tempat yang...

Di Bawah Bayang Pertengkaran

0
Oleh: Firdania Ranti Wartawan Magang Di usia empat tahun, rumah jadi panggung bising, Bukan nyanyian, tapi teriakan yang mengguncang dinding. Hati kecil menciut, disergap tanya yang...

Kejutan Kepergian

0
Oleh : Firdania Ranti Wartawan Magang Kau pilar rumah, pekerja keras tanpa keluh, Tegas hatimu, namun tak pernah kau mengeluh. Kau mengalah, mendidik kami tanpa jemu,...

Antara Kemajuan AI dan Kesiapan Generasi Muda

0
Oleh: Nasywa Husnul Khotimah Wartawan Magang Menurut saya, kemampuan AI yang berkembang pesat belakangan ini bukanlah sesuatu yang otomatis membawa dampak buruk atau baik bagi anak...

Tempat Hati Pulang

0
Oleh : Nasywa Husnul Khotimah Wartawan Magang Di sebuah pedesaan yang tenang, hiduplah seorang gadis bernama Malika. Ia tinggal bersama kedua orang tuanya, dua kakak, dan...

Koridor Kenangan

0
Oleh: Nasywa Husnul Khotimah Wartawan Magang Masih kuingat suara langkah pagi, ketika seragam abu-abu itu menyimpan seribu cerita kecil antara tawa, kantuk, dan teguran guru. Kita pernah menertawakan hal sepele, berbagi...

Segala Doa Bernama Kalian

0
Oleh: Nasywa Husnul Khotimah Wartawan Magang Saat pertama kali kubuka mata, hangat peluk kalian jadi dunia pertamaku di antara tangis dan tawa kecilku, aku belajar arti tenang dan aman. Ibu,...

The Silence, Call You

0
Oleh: Nasywa Husnul Khotimah Wartawan Magang Kupandangi punggungmu, seperti senja memeluk matahari hangat namun perlahan pergi, meninggalkan cahaya di dadaku. Kau melangkah ringan, seolah angin mengiringi takdirmu sementara aku menulis rindu di antara...