The Silence, Call You
Oleh: Nasywa Husnul Khotimah Wartawan Magang Kupandangi punggungmu, seperti senja memeluk matahari hangat namun perlahan pergi, meninggalkan cahaya di dadaku. Kau melangkah ringan, seolah angin mengiringi takdirmu sementara aku menulis rindu di antara detak yang tak bersuara. Namamu tumbuh di hening malam, seperti doa yang tak sempat terucap aku mencintai dalam rahasia, menyimpan luka di sela cahaya. Biarlah cinta ini diam, seperti bintang di langit jauh setia bersinar tanpa disapa, cukup bahagia dalam bayangmu.
Sisa Suara dalam Ingatan
Oleh : Intan Nur Aini Wartawan Magang Adzan ashar telah berkumandang, Aku duduk di halaman rumah, Menatap tanaman dengan sendu, Berusaha melupakan semua teriakan itu. Namun.. teriakan itu tak kunjung hilang, Aku harus melakukan apa?. Aku tak bisa bersuara, Aku hanya bisa terdiam, menatap, dan mendengarkan. Aku berusaha mendekat kepada mereka, Berharap teriakan itu dapat menghilang, Tapi.. aku diabaikan, Aku heran… Kenapa mereka sangat mudah mengabaikan ku?. Dan itulah yang selalu aku lakukan, Mencari cara...
Senandung Kecil yang Mengubah Hidupku
Oleh : Intan Nur Aini Wartawan Magang Tubuhnya yang kecil dan senyumannya yang indah, Rambut yang sering terurai, Tak lupa dengan poni yang selalu melengkapi wajahnya, Tawanya yang selalu menggelegar, memenuhi rumah dengan hangat yang tak tergantikan. Kehadirannya di penghujung bulan Mei, Memulai warna baru di kehidupan ini, Kehidupan yang dulu suram dan kacau, Yang perlahan menjadi indah karena dia. Seribu kata sayang untukmu, Yang telah memberikan warna baru di...
Tiga Tahun yang Tak Akan Terulang
Oleh : Intan Nur Aini Wartawan Magang Kita dipertemukan di satu tempat, Tinggal bersama dalam satu bangunan selama tiga tahun. Begitu banyak konflik yang bermunculan, Namun pada akhirnya semuanya kembali seperti semula. Setiap hari kita menjalani banyak hal bersama, Permasalahan yang muncul tanpa henti, Salah paham yang terus berulang, Ego yang saling beradu hingga hampir menciptakan perpecahan. Namun semua itu hanyalah hiasan dari kebersamaan kita, Sebab pada akhirnya, kita selalu...
Lingkungan Pesantren : Membangun karakter atau Mengikis Kesehatan Mental?
Olehh : Intan Nur Aini Wartawan Magang Pondok pesantren yang dikenal dengan lingkungan Islami yang dapat membangun karakter santri menjadi lebih baik dan mempunyai spiritual yang tinggi. Namun kenyataannya banyak sekali santri yang mengalami pelecehan seksual, perundungan, hingga kesehatan mental mereka sangat terganggu. Senioritas yang berada di pesantren membuat budaya perundungan dilakukan terus menerus di lingkungan pesantren. Pesantren yang seharusnya menjadi...
1000 Mimpi Untuk Putra Tidur
Oleh : Intan Nur Aini Wartawan Magang Bel pergantian jam pelajaran berbunyi, menandakan pergantian mata pelajaran, namun untuk kelas dua belas mereka di bebaskan, mereka di suruh untuk membuat akun pendaftaran kuliah. Di kelas yang sangat amat ramai karena kebingungan mereka dalam membuat akun, seluruh siswa di kelasnya sibuk membuka portal pendafataran kuliah untuk membuat akun, sedangkan Akhil dibangku paling belakang ia...
Jangan Menunggu Kehilangan untuk Menyadari Berharganya Sesuatu
Oleh : Haura Hafidzah Wartawan Magang Di sebuah desa kecil, disana tinggallah sepasang suami istri yang bernama Pak Budi dan Bu Siti, dan anak tunggal mereka bernama Rian. Keluarga itu hidup sangat sederhana. Pak Budi bekerja keras di sawah, dan Bu Siti menerima jahitan. Mereka selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anak mereka. Sayangnya, Rian adalah anak yang nakal. Ia suka...
Bertahan di Balik Luka
Oleh : Haura Hafidzah Wartawan Magang Di dada yang remuk, terukir kisah lara, Bukan karena rapuh, tapi badai yang menyapa. Setiap sayatan perih, meninggalkan bekas nyata, Namun di sana, kekuatan mulai bercahaya. Mereka kira, air mata ini tanda menyerah, Mereka duga, jiwa ini telah layu dan punah. Padahal, di dasar palung yang gelap dan parah, Aku menemukan alasan untuk tetap melangkah. Ku genggam kepingan hati yang berserakan, Menyusunnya...
Keseimbangan Antara Kehidupan Digital dan Mental Sehat
Oleh : Haura Hafidzah Wartawan Magang Kita semua tahu, hidup kita sekarang lengket dengan gawai. Dari bangun tidur sampai mau tidur, mata kita terus memandang layar. Ini memang keren karena kita selalu terhubung, tapi ada harga mahal yang kita bayar dari kesehatan mental kita yang mulai lelah. Opini ini sederhana: Kita harus berani mematikan handphone agar jiwa kita tidak ikut...
Rasa Syukur yang Tiada Henti
Oleh : Haura Hafidzah Wartawan Magang Di pagi hari saat mentari menyinari Jantung masih berdetak dan darah mengalir tenang, anugrah terbesar kau berikan tanpa kurang membuatku tak berhenti bersyukur atas nikmat yang masih kau berikan. Puji syukur tak hentinya ku ucapkan lirih penuh makna, sebagai bentuk syukurku padamu wahai Tuhanku Saat kaki melangkah di atas bumi, dan mata dapat memandang keindahnya, serta tangan masih...













