Ketidakadilan di Semesta Alam: Memahami Paradoks Keberlangsungan Hidup
Oleh : Yuni Wartawan Magang Semesta alam adalah tempat yang indah dan kompleks, dimana keseimbangan sangatlah penting untuk keberlangsungan hidup. Namun, terdapat suatu realitas yang sulit diabaikan: ketidakadilan dalam sistem ekosistem yang tidak selalu berpihak pada makhluk hidup. Fenomena ini patut kita cermati dan diskusikan agar kita lebih peka terhadap kondisi lingkungan dan dampaknya terhadap kehidupan. Ketidakadilan di alam dapat diartikan sebagai...
Di Antara Warna yang Memudar
Oleh : Yuni Wartawan Magang Kau datang seperti senja yang tak pernah menuntut lagit, Cukup dengan diam mewarnai segala yang telah redup di dalamku. Aku tak pernah tau, bahwa tenang bisa sesederhana berdiri di sampingmu tanpa bicara. Ada banyak hal yang tak butuh nama sperti caramu menatap dengan tenang Seperti cara waktu berhenti sejenak setiap kali kau tersenyum. Semesta tampak lebih lunak kala...
Ruangan Bangunan yang Gelap
Oleh : Yuni Wartawan Magang Malam itu, di ruang gelap, Sinar petir menyambar bayangan diriku, Aku duduk dan terdiam, Seisi ruangan ikut melihatku dengan sendu. Setiap aku melakukan hal itu, Kurasakan rasa lelah yang kupaksa dan terpendam, Perlahan air mataku pun jatuh, Dengan dialog memori yang kembali dan membawa rasa sakit yang kian mengilu. Terlihat dari luar, bangunan itu sangat menyeramkan, Kudapat, terdengar begitu banyak suara jeritan, Rumah sederhana dengan banyak...
Merindukan Damai Tanpa Terjebak Fana
Oleh : Yuni Wartawan Magang Dari segala yang kurindukan, aku hanya merindukan diriku yang dulu, dimana semuanya masih terasa baik-baik saja dan dimana tawaku bukan jadi manipulasi, saat luka dan air mata adalah atraksi yang nyata dari rasa sakit. Banyak orang salah mengira kita baik-baik saja, dan menjalani seperti yg mereka fikirkan, Akupun mulai tersenyum, fikiranku berbesit dan berkata, "Aku sebagian bukanlah...
Kenangan di Atap yang Sama
Oleh : Yuni Wartawan Magang Aku masih mengingat hari-hari di pesantren, ketika hidupku dipenuhi dengan kesibukan dan kebersamaan dengan teman-teman seperjuangan. Kami saling menyemangati, meskipun kadang semuanya terasa berat ketika kita selalu berpikir tidak sanggup menempuh mimpi itu. Kadang ada keinginan untuk meninggalkan tempat itu namuan banyak Keraguan untuk meninggalkan pesantren itu sangat berat, bukan hanya karena kebersamaan, tapi juga tentang...
Sang Pengamat di Balik Jeda
Oleh : Nabila Aprila Wartawan Di sudut sunyi,ia tegak bergeming, Bukan tak acuh,namun hati mengamati. Setiap gerak,tiap pandang yang mampir, Di catat benaknya dalam buku tersendiri. Lisan terkunci,kata kata tak terucap, Namun benak melukis semesta yang nampak. Mata teduhnya adalah jendela dunia, Menyelami makna di balik keramaian. Peka membaca bahasa tubuh dan jiwa, Mengerti sunyi di tengah perbincangan. Ia memahami tanpa harus bersuara, Lekat mengakar pada getar suasana. Sabar membungkus gejolak di dada, Setia...
Jenis Kelamin
Oleh : Adinda Syahara Wartawan Lea selalu menyalakan lampu kamar mandi setiap pagi pada pukul enam. Bukan karena ia hendak mandi, tapi karena hanya di sana ia bisa memulai hari tanpa takut diganggu. Di depan cermin, ia berdiri diam, menatap wajahnya sendiri seperti orang asing. Ayahnya selalu berkata, “Perempuan baik itu tidak banyak suara.” Ibunya pernah berbisik, “Nanti kalau kamu terlalu...
Ketika Hidup Duduk Sebentar
Oleh : Adinda Syahara Wartawan Sore datang dengan warna madu, menyapu tembok dan hati dengan cahaya lembut. Lalu malam menggulungnya kembali, membiarkan kita hanyut dalam kenangan kecil. Ada hari yang lewat tanpa peristiwa, tanpa pesta, tanpa tragedi besar. Hanya detak jam yang menua perlahan, dan seseorang yang belajar mencintai segala hal yang tak sempat ia abadikan. Karena hidup, ternyata tak selalu butuh sorak atau pujian. Kadang ia hanya ingin duduk...
RUU KUHAP disahkan, DPR ingin melindungi siapa?
Oleh : Adinda Syahara Wartawan Sebagai mahasiswa yang belajar tentang hukum dan demokrasi, saya merasa perlu menyampaikan sikap tegas bahwa RKUHAP tidak boleh disahkan dalam kondisi sekarang. Rancangan ini bukan sekadar revisi teknis, melainkan aturan yang akan menentukan bagaimana negara memperlakukan warganya ketika berhadapan dengan hukum. Jika RKUHAP disahkan tanpa perbaikan mendasar, keadilan bisa berubah menjadi formalitas, dan hukum bisa menjadi...
Indah dikala Gelapnya Malam
Oleh : Rival Dzulqarnaen Wartawan Saat kesepian menyentuh kalbu, di bawah pekat langit malam, cahaya rembulan menyalakan rindu, membawa hangat di sela hening yang dalam. Aku berdiri, menatap lintang berkilau, menyulam gelap angkasa dengan cahaya. Indah,entah siapa yang menata, jiwa pun larut dalam takjub yang tak terucap. Malam berbisik dalam kesejukan, kantuk enggan singgah di pelupuk mata. Rembulan perlahan bergeser dari singgasananya, hingga fajar merekah, menorehkan cahaya pertama.













